Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi Online

Highlight

BPTPI
UPBS
PHLS
Katam
MKRPL
e_produk

Polling

Bermanfaatkah website kami?
 

Tamu online

Terdapat 3 Tamu online
Prima Tani Kab. Kolaka Tahun 2007 PDF Cetak E-mail
Oleh Admin   
Minggu, 31 Mei 2009 04:03
Primatani Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Kering Di Desa Lambandia Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara.

PENDAHULUAN : Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara dipengaruhi oleh keadaan ekonomi Indonesia, yang juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dunia. Sebelum terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997 pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tenggara cukup tinggi yaitu sebesar 5,32%, dan turun bahkan negatif sebesar 5,78% pada tahun 1998. Pada tahun 1999 pertumbuhan ekonomi kembali positif sebesar 2,55%, dan pada tahun 2003 angka tersebut telah mencapai 7,19%(Abidin, 2004). Pada tahun 2002. sektor pertanian mempunyai peran yang cukup besar dalam pembentukan PDRB, yaitu 39,99%. Selain itu sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian sebagian masyarakat dan masih mampu meningkatkan kapasitas penyerapan tenaga kerja. Hal ini membuktikan bahwa usaha yang berbasis sumberdaya domestik masih menunjukkan keunggulannya dalam menghadapi krisis ekonomi dibandingkan usaha yang berbasis sumberdaya impor. Hasil PRA menunjukkan bahwa permasalahan secara umum di  Desa Lambandia adalah pendapatan rendah Sumber masalahnya adalah produktivitas lahan rendah. Akar masalahnya adalah penguasaan teknik budidaya rendah, lahan kurang subur, diversifikasi usaha masih kurang. Kebutuhan inovasi teknologi adalah inovasi teknologi budidaya kakao dan pisang, inovasi teknologi pasca panen dan pengolahan hasil kakao dan pisang, introduksi jenis ternak produktivitas tinggi, inovasi teknologi diversifikasi usahatani kakao-pisang dan ternak kambing, pembentukan organisasi kelompok tani dan lembaga permodalan (koperasi tani). Inovasi teknologi tersebut di atas, telah banyak dihasilkan/ditemukan oleh lembaga-lembaga penelitian, namun hasil-hasil tersebut hanya sedikit yang sampai di petani. Sebagian besar tertumpuk di perpustakaan, baik dalam jurnal maupun prosiding. Konsep Prima Tani (Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian) muncul karena kenyataan masih terjadinya jurang ketimpangan antara proses penemuan teknologi di lembaga penelitian dengan apliksinya di lapangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu terobosan model atau konsep diseminasi teknologi yang dipandang dapat mempercepat penyampaian informasi dan penyebaran teknologi kepada pengguna.

METODE PENGKAJIAN : Ruang lingkup kegiatan Prima Tani terdiri atas 8 tahapan, yaitu (1) Sosialisasi konsep dan pemilihan lokasi; (2) PRA di desa/ wilayah terpilih; (3) adaptasi inovasi pertanian sesuai dengan lokasi dan kebutuhan pengguna; (4) perancangan model inovasi agribisnis; (5) sosialisasi Prima Tani dan pembentukan KUAT (Kelembagaan Usaha Agribisnis Terpadu); (6) implementasi dan pemberdayaan; (7) evaluasi dan umpan balik, (8) institusionalisasi (pelepasan). Pada tahun 2007  yang merupakan tahun ke-2  dari pelaksanaan Prima Tani pada agroekologi Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Kering di Desa Lambandia telah memasuki tahap implementasi dan pemberdayaan masyarakat.

HASIL DAN PEMBAHASAN : Penentuan lokasi Prima Tani di Desa Lambandia, Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara ditentukan secara interaktif antara BPTP, pemda Tingkat I dan II, dan masyarakat setempat. Lokasi tersebut sudah sesuai dalam proposal yaitu Lahan Kering Dataran Rendah Iklim Kering (LKDRIK). Organisasi pelaksana dan tupoksi masing-masing sudah sangat jelas tertuang dalam SK Gebernur  Provunsi Sulawesi Tenggara No. 94/Tahun 2006 dan SK Bupati Kolaka No. 54/Tahun 2006. Berdasarkan hasil PRA ada 17 komoditas pertanian yang ada di Desa Lambandia, yaitu kakao, pisang, jeruk, rambutan, kemiri, vanili, kacang tanah, jagung, durian, nangka, kopi, mengkudu, petai, jengkol, pepaya, nanas, dan gamal.  Dari ke 17 komoditas tersebut terjaring 5 komoditas yang menonjol yaitu kakao, pisang, jeruk, mengkudu dan rambutan. Berdasarkan uji kesukaan petani, ternyata kakao dan pisang menduduki rangking I dan II untuk dikembangkan. Kakao memang merupakan komoditas utama yang dikembangkan petani di Desa Lambandia, sedangkan pisang merupakan tanaman penaung kakao yang telah ditanam sejak pembukaan kebun kakao. Berkaitan dengan komoditas peternakan yang akan dikembangkan di Desa Lambandia, tidak bisa dilakukan seleksi komoditas   seperti pada tanaman perkebunan. Alasannya karena di desa ini tidak ada komoditas peternakan yang menonjol. Namun selain ayam  kampung dan itik   yang diusahakan secara tradisional oleh masyarakat ada dua orang yang telah mengusahakan ternak kambing dengan jumlah populasi ternak 10 ekor. Dalam pengembangan sumberdaya petani/kelompok tani di Desa Lambandia  beberapa  pelatihan  yang menyangkut kelembagaan dan   teknologi sudah dilaksanakan. Penyampaian materi pelatihan dilakukan secara bertahap, yaitu cara penyampaian materi di ruangan dan praktek lansung di kebun petani.  Adapun pelatihan yang telah dilaksanakan antara lain : dari aspek kelembagaan, yaitu (i) TOT Kelembagaan dan Teknologi pasca panen Kakao, (ii)  Pembinaan Gapoktan, Klinik agribisnis dan Laboratorium agribisnis, (iii) Pendirian Koperasi, (iv) Temu Kemitraan,  (v) Studi Banding, (vi) Open House, (vii) Kunjungan Bupati Kolaka dan dari aspek teknis, yaitu (i) Teknologi Budidaya Kakao, (ii) Manajemen Pemeliharaan Ternak, (iii) Teknologi Pembuatan Pakan Ternak, (iv) Teknologi Diversifikasi Olahan Pisang. Berdasarkan analisis pendapatan rumah tangga petani di Desa Lambandia sebelum Prima Tani adalah usahatani kakao, pisang dan ternak kambing. Sedangkan setelah Prima Tani bertambah 2 (dua) jenis usaha yaitu : 1) pengolahan limbah kakao menjadi pakan ternak dan 2) pengolahan pisang menjadi keripik pisang. Rata-rata pendapatan yang diperoleh dari masing-masing jenis usaha adalah sebagai berikut  (Tabel 30).

 Tabel 30. Rata-Rata Pendapatan yang diperoleh dari masing-masing jenis usaha, tahun 2006

Jenis-jenis pendapatan rumah tangga

Tahun  2006

(Rp.)

Tahun  2007

(Rp.)

Peningkatan (%)

Kakao (ha)*

Limbah kakao (kg)**

Pisang segar (ha)***

Pisang olahan (tandan)****

Ternak  kambing (kelompok)*****

5.215.000

0

 

76.000

 

0

1.781.000

6.315.000

200

 

110.000

 

25.500

8.280.000

21,09

tt

 

44,73

 

tt

390,30

Ket. *) 262 KK;  **) 8 KK ;  ***) 262 KK ; ****)  30 KK ; *****)  12 KK ; tt)=tak terhingga

Dari  hasil tersebut terlihat bahwa terjadi peningkatan pendapatan keluarga dengan penerapan teknologi dan kelembagaan. Pendapatan dari kakao meningkat sebesar 21,09 %, pisang sebesar 44,73 % dan ternak kambing meningkat sebesar 390 %.  Jika dihitung pendapatan wilayahnya, maka terjadi peningkatan pendapatan wilayah sebesar 21,38%.  Sumber-sumber pendapatan wilayah Desa Lambandia sebelum dan sesudah ada Prima Tani adalah sebagai berikut (Tabel 31).

Tabel 31. Sumber-Sumber Pendapatan Sebelum dan Setelah Prima Tani Tahun 2007

 

Jenis-jenis Usaha

Sebelum Prima Tani             (Tahun 2006)

Setelah Prima Tani        (Tahun 2007)         

 

Pendapatan (000)

Total  (000)

Pendapatan (000)

Total (000)

Kakao

Limb. kakao

Psg. segar

Pis.olahan

Ter.kambing 

215

-

76.

-

890,5

7.822.500

-

19.912

-

1.781

6.315

0,2

110

5,25

838

9.472.500

10.000

28.820

525

10.061

Total pendapatan

 

7.844.193

 

9.521.786

Peningkatan (%)

 

 

 

 

21,38

 

KESIMPULAN DAN SARAN : Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa adopsi teknologi dan kelembagaan oleh petani di Desa Lambandia belum optimal sehingga pendapatannyapun belum optimal, namun sudah mulai meningkat jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Pendapatan dari kakao meningkat sebesar 21,09 %, pisang sebesar 44,73 % dan ternak kambing meningkat sebesar 390 %. Jika dihutung pendapatan wilayah/desa terjadi peningkatan sebesar 21,38% dari tahun sebelum ada Prima Tani. Untuk meningkatkan adopsi petani disarankan meningkatkan intensitas penyuluhan, pelatihan-pelatihan dan studi banding.

 

 

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com