Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi Online

Highlight

400 Inovasitektan
Katam
PPID
UPBS
WBS

Polling

Bermanfaatkah website kami?
 

Tamu online

Terdapat 21 Tamu online
Panen Padi Pada Musim Kemarau Di Lahan Sawah Tadah Hujan Kabupaten Konawe Selatan PDF Cetak E-mail
Info Aktual
Senin, 05 November 2018 08:24

Konawe selatan.  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan sultra, Temu lapang dan panen padi dalam kegiatan pengembangan pola tanam mendukung indeks pertanaman di  lahan sawah tadah hujan telah dilaksanakan di hamparan sawah Desa Andoolo Utama, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. (Selasa, 30 /10/ 2018)

kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, Kepala BPTP-Balitbangtan Sulawesi Tenggara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe Selatan, Anggota DPRD kab. Konawe Selatan, Babinsa, Babinkantibmas, Kepala Wilayah Kecamatan Buke, Kepala Pertanian Kecamatan Buke, Kepala BPP, Kepala Desa Andoolo Utama, seluruh staf penyuluh pertanian se-Kecamatan Buke, kelompok tani/petani padi sawah dan tokoh masyarakat serta pihak distributor pestisida dari perusahaan DGW. Kegiatan ini bertujuan guna mendiseminasikan capaian kegiatan ke pihak penentu kebijakan dan para pengguna, khususnya petani/kelompok tani serta menjaring umpan balik dari berbagai pihak guna pengembangan kegiatan kedepannya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Konawe Selatan (Sultra) , Ir.Akbar, MP.  menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPTP Sulawesi Tenggara atas pelaksanaan kegiatan demplot padi sawah seluas 5 ha pada lahan tadah hujan pada musim kemarau tahun 2018 ini. Demplot ini  dianggap telah memperlihatkan capaian yang positif, dimana panen padi berhasil dilakukan saat tantangan musim kemarau yang sangat berat, yang dibuktikan sejumlah pertanaman padi sawah mengalami kekeringan pada periode musim ini. Introduksi teknologi budidaya padi melalui penggunaan varietas unggul, ditambah komponen teknologi lainnya, menyebabkan hasil lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Selanjutnya disampaikan juga, supaya kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan pada wilayah lainnya, terutama  pada agroekosistem lahan sawah tadah hujan, sehingga teknologi yang disampaikan pihak BPTP dapat secara cepat dan luas diadopsi oleh pengguna. Ditambahkan pula bahwa peran penyuluh pertanian dan petani sangat mempengaruhi pengembangan teknologi yang telah disampaikan BPTP, sehingga perlu senantiasa dijalin kerjasama dan komunikasi yang baik seperti yang sudah berjalan selama ini.

Selanjutnya Kepala BPTP Sultra  Ir.Muhammad Asaad,M.Sc  menyampaikan berbagai teknologi telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Salah satunya adalah teknologi pompanisasi dalam rangka mendukung peningkatan indeks pertanaman pada agroekosistem lahan tadah hujan. Dan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, para petani setempat, atas kerjasamanya selama ini, sehingga kegiatan demplot padi sawah pada lahan tadah hujan dapat dilaksanakan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, petani juga mengungkapkan pengalamannya dalam melaksanakan kegiatan demplot padi sawah pada lahan tadah hujan. Mereka menyampaikan bahwa selama ini para petani umumnya hanya bisa tanam 1 kali akibat keterbatasan air,kalaupun dipaksakan tanam 2 kali, maka umumnya akan mengalami kegagalan akibat kekeringan. Namun melalui kegiatan ini dengan penanaman varietas unggul dan pemanfaatan air permukaan melalui pompanisasi serta penggunaan teknologi budidaya yang tepat, maka petani bisa panen dengan hasil yang menggembirakan yaitu 7-8 t GKP/ha, dibandingkan hasil panen padi selama ini pada musim yang sama, baru  sekitar 3-4  t  GKP/ha.

Pada kegiatan ini pada ditanam varietas unggul dari Balitbangtan (Inpari 30, Inpari 33,Inpari 38 inpari 40, Inpari Blas), sistem tanam legowo 2:1,pengunaan bahan organik, teknologi hemat air,penggolahan hara spesifik lokasi,dan pengendalian hama / penyakit. Melalui demplot ini petani mendapatkan mamfaat aspek teknologi pemanfaatan lahan sawah tada hujan dan peningkatan hasil panen. Capaian tersebut tidak lepas dari bimbingan pihak BPTP dan penyuluh pertanian dalam meningkatkan kapasitas SDM petani /kelompok tani antara lain melalui bimbingan langsung di lahan petani,pelatihan /bimbingan teknis serta metode diseminasi lainya.


 
Joomla Templates by JoomlaVision.com